Perspektif: Menjaga Kerohanian Tetap Segar di Tengah Kebisingan Dunia

by | Feb 20, 2025 | Perspektif | 0 comments

(Naomi Fortuna Kaber, ST., MCM.)

Pengantar

Dulu waktu mahasiswa, mungkin banyak alumni yang masih senang dengan kegiatan membaca Alkitab, berdoa, persekutuan dan pelayanan. Namun ketika memasuki dunia alumni, prioritas mereka bisa berubah. Tetapi selalu ada cara Tuhan untuk membawa kita kembali pada-Nya. Setelah bertahun-tahun jadi alumni, masihkah kita memelihara hal-hal dasar dalam kerohanian kita kepada-Nya? Secara sederhana 4 hal ini perlu tetap dipertahankan dalam pertumbuhan kerohanian seorang alumni.

1. Tetap Setia Mendengar dan Melakukan Firman Tuhan Setiap Hari

Tidak semua gereja menyediakan kedalaman penggalian Alkitab untuk pertumbuhan iman kita. Karena itu, kita perlu tetap bertumbuh dalam Firman baik secara pribadi maupun kelompok. Salah satu hal yang sangat inti adalah tetap menjaga waktu pribadi dengan Tuhan lewat Saat Teduh. Jika Anda sangat sibuk, Anda bisa mencoba Saat Teduh dengan metode merenungkan satu ayat Alkitab. Contohnya merenungkan kalimat “dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat” (Efesus 5:16). Ayat ini bisa membawa kita untuk merefleksikan bagaimana selama ini kita hidup, bagaimana penggunaan waktu kita, apakah ada hal-hal yang harus diubah dalam penggunaan waktu selama ini, bagaimana meningkatkan kualitas waktu kita, dst. Saat Teduh bisa juga menggunakan bahan-bahan yang sudah tersedia seperti Santapan Rohani, Our Daily Bread, Renungan Harian, dll.

2. Tetap Memelihara Waktu Doa dan Pujian kepada Tuhan

Doa adalah nafas orang Percaya. Doa tidak hanya perlu di saat-saat sulit, tetapi menjadi hal yang ada dalam keseharian kita. Doa juga bisa sangat sederhana, yakni ketika kita mengarahkan hati kepada Tuhan dan berkomunikasi dengan-Nya. Pada masa-masa yang sulit, jangan lari ke hal lain untuk mencari solusi tetapi ambillah waktu berdoa. Saya mengalami masa-masa di mana saya ada dalam titik terendah. Saya lalu berseru kepada Tuhan dalam doa dan perubahan terjadi. Pertolongan Tuhan selalu merupakan yang terbaik dari pertolongan apapun. Dia tidak akan pernah membiarkan kita terus ada dalam keterpurukan. Doa juga bisa mengubah cara pandang kita terhadap masalah, keadaan dan pergumulan. Masalahnya mungkin tetap ada, tetapi cara pandang kita menghadapi masalah menjadi berubah dan kita bisa melihat jalan keluar. Semua bisa dimulai dari sebuah doa.

Pujian tidak hanya dilakukan ketika kita bersama dengan orang percaya lainnya. Pujian muncul dari hati yang mencari Tuhan. Ia juga muncul dari hati yang kering yang merindukan Tuhan. Kita ingat, Daud adalah salah satu contoh pribadi yang mengungkapkan isi hati dan doanya kepada Tuhan melalui pujian. Ungkapkanlah dalam segala hal apapun juga pergumulanmu di dalam doa, dan nantikanlah Tuhan.

3. Setia dalam Pelayanan di Komunitas Kristen

Carilah komunitas Kristen untuk menjadi wadah bagi Anda bertumbuh dan melayani baik di gereja ataupun di luar gereja. Tidak semua komunitas ideal tentunya. Ada sisi-sisi yang mungkin berbeda dengan komunitas Kristen yang kita harapkan. Tetapi terhubung dengan komunitas Kristen di kota Anda sangat penting sebagai panggilan kontribusi Anda bagi perkembangan gereja, komunitas dan bahkan kota. Di sana Anda bisa mengembangkan karunia dan talenta yang sudah Tuhan berikan bagi Anda. Saya merasakan pentingnya ini setelah selama tiga tahun terakhir terlibat dalam beberapa kegerakan pelayanan lintas gereja dan lembaga Kristen di kota kami. Kami mengadakan beberapa kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani bagi ribuan mahasiswa dan pelajar di kota kami, dan bekerja sama dengan pemerintah daerah (dinas pendidikan dan bimas). Kegerakan kota bisa mengubahkan sebuah kota semakin mengenal Tuhan.

4. Menjadi Saksi Tuhan  di Dunia Kerja dan di Masyarakat

Salah satu buku yang direkomendasikan bagi alumni-alumni untuk dibaca adalah buku “Kingdom Calling” (Penatalayanan Vokasi untuk Kebaikan Bersama) yang ditulis oleh Amy L Sherman. Buku ini secara lengkap berbicara tentang bagaimana mengintegrasikan iman dan pekerjaan, serta menjadi saksi Kristus di tengah dunia kerja. Ada banyak contoh tentang dunia kerja yang bisa menjadi ladang misi untuk mempromosikan nilai-nilai kerajaan Allah. Dunia kerja dan masyarakat adalah salah satu mimbar terbaik untuk memberitakan kebenaran nilai-nilai Firman Tuhan.

Penutup

Seberat apapun masalah yang dialami alumni, relasi pribadi dengan Tuhan menjadi kekuatan untuk menghadapinya. Relasi ini bertumbuh melalui pengenalan akan Tuhan lewat Firman-Nya, doa, pertumbuhan dalam penerapan Firman, kesaksian dan bahkan pergumulan. Allah menjadi sentral dalam hidup kita, dan Kristus menjadi pusat perspektif hidup kita. Semoga kita semua, sebagai alumni yang pernah mengalami indahnya mengenal Kristus di masa mahasiswa, mengamini dan mengalami ayat Alkitab dalam Mazmur 1:2-3: “tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.”. Amin

*Naomi Fortuna Kaber, ST., MCM. adalah alumni Fakultas Teknik Arsitektur UGM, saat ini tinggal di kota Palangkaraya.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ARTIKEL

Perspektif Lainnya

Perspektif: Memaknai Pekerjaan sebagai Misi Allah

Perspektif: Memaknai Pekerjaan sebagai Misi Allah

Oleh: Dr. Candra Nugraha Wati, S.Si., M.Pd.* Pekerjaan sering dipandang sebatas mencari nafkah dan mengejar karier untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Menurut teori Abraham Maslow, kebutuhan manusia fisiologis, rasa aman, cinta, penghargaan, dan aktualisasi diri....