Profil Alumni :  Ir. Priyatmadi, M.T.

by | Nov 16, 2023 | Profil | 0 comments

Nama : Ir. Priyatmadi, M.T.

Lahir : th 1954

Lulus : S1 Teknik Elektro th 1981, S2 th 2000

Pekerjaan : Pensiunan dosen Teknik Elektro UGM

Dilahirkan dari keluarga muslim abangan. Setelah mahasiswa berusaha menjalankan rukun Islam, yaitu Shalat dan Puasa. Belum pernah bersyahadat, bahkan tidak setuju bersyahadat karena saya tidak mau bersaksi kalau Muhammad itu nabi, karena saya tidak kenal Muhammad. Mungkin kalau kata dalam shahadati diganti saya percaya saya mau bersyahadat. Jadi sebetulnya saya belum pernah jadi muslim yang benar.

Sejak SMA saya sering merenung. Hidup ini untuk apa? Benarkah ada kehidupan setelah kematian. Benarkah ada surga dan neraka. Tuhan itu seperti apa. 

Ketika dosen filsafat Pancasila menjelaskan bahwa ALLAH adalah sumber segala sebab, saya bisa memahami. Lalu dalam benak saya, saya mendefinisikan Tuhan itu seperti apa. Konsep tentang Tuhan dalam benak saya sangat cocok dengan yang tertulis di surat Al ikhlas sehingga saya berpikir bahwa Islam adalah agama yang paling benar. 

Saat mahasiswa ada dorongan hati untuk beribadah pada Tuhan lebih serius, saya mulai sholat puasa, jumatan secara rutin. Setelah mendalami Islam saya malah jadi ragu kenabian Muhammad. Ketika belajar logika, tentang kontradiksi bahwa dua orang yang berkontradiksi tentang apapun salah satu pasti salah. Yesus dan Muhammad berkontradiksi tentang jalan ke sorga, salah satu pasti salah, yang salah pasti bukan nabi. Nabi tidak mungkin keliru memberitahu jalan ke surga. Akhirnya saya tidak percaya Muhammad itu nabi, tapi belum percaya juga kalau Yesus itu Tuhan. Saya pun tidak pernah sholat lagi, puasa ataupun jumatan, walau KTP masih Islam

Saat mahasiswa saya berteman baik dengan wanita kristen. Saya tahu dia wanita kristen yang taat bahkan putus dengan pacarnya karena beda agama. Saya mau menjadi Kristen dan menikah ketika usia saya 28 tahun, pada tahun 1982 saat itu saya bekerja di perusahaan minyak Mobil Oil Indonesia (MOI) di Aceh.

Walau KTP sudah kristen tapi saya tidak bisa percaya Yesus itu Tuhan. Konsep ketuhanan di agama Kristen bertentangan dengan konsep ketuhanan dalam benak saya.  Kalau pas dirumah saya selalu mengantar istri ke gereja. Ketika pengakuan iman, dalam hati saya menolak untuk percaya Yesus itu Tuhan, bahkan dalam hati mencemooh betapa bodohnya orang yang percaya Yesus itu Tuhan. 

Tahun 1987 saya keluar dari MOI dan jadi dosen di UGM karena istri saya jadi guru PNS di Jogja. Pada saat transisi pindah kerja saya membaca buku Hamran Amri, lalu muncul pertanyaan benarkah Yesus itu Tuhan.

Pertanyaan ini terus menerus berkecamuk dalam benak saya. Bila Yesus itu manusia dan saya meninggikan-Nya sebagai Tuhan saya pasti berdosa, tetapi bila Yesus itu Tuhan dan saya merendahkanNya serendah manusia, saya lebih berdosa lagi. 

Mulailah saya membaca alkitab dan alquran. Setelah membaca alkitab baru mulai merasakan betapa luhurnya ajaran kasih Yesus, tidak ada ajaran kasih yang sesempurna ajaran kasih Yesus. Namun untuk percaya Yesus itu Tuhan, nanti dulu, karena itu tidak cocok dengan logika saya. Saya baru yakin setelah mengalami 2 kali mujizat. 

Th 1988 saya magang sebagai dosen baru selama 4 bulan di ITB. Di Bandung saya menabrak anak. Anak dibawa ke rumah sakit saya diinterogasi di kantor polisi. Stress berat takut anak itu mati,saya berseru Yesus jika engkau Tuhan, jangan biarkan anak itu mati maka aku akan menyembahmu. Eh benar, anak itu tidak apa apa hanya sok dan luka ringan, setelah dua malam di RS diperbolehkan pulang. Inilah mujizat yang pertama.

Kembali hatiku yg keras meragukan keterlibatan Yesus dalam peristiwa itu. Namun bagiku janji harus dipenuhi maka saya pun minta dibaptis sepulangnya dari magang. Istri saya penuh dengan sukacita mendengar saya ingin dibaptis. Saya dibaptis tahun 1989.

Saat itu saya sudah beberapa tahun sakit asma. Asmaku ini kumat kumatan asal kecapaian pasti kumat. Biasanya kalau kumat ke dokter lalu sembuh. Saat itu saya perokok tapi kalau lagi kumat ya berhenti merokok. Setelah dibaptis eh asmaku semakin sering kumat, terakhir tiap malam kumat sampai beberapa minggu, obat dari dokter tidak berpengaruh. Setiap malam hanya bisa tidur kalau posisi duduk, bila rebah pasti tidak dapat bernapas.

Setelah sekitar tiga minggu saya mengalami penderitaan itu, ditengah malam saya berdoa pada Tuhan:”Tuhan saya tahu engkau dapat menyembuhkan orang sakit bahkan membangkitkan orang mati, tapi mengapa aku sakit semacam ini tidak juga engkau sembuhkan padahal aku sudah menjadi muridmu. Apakah cerita di alkitab itu bohong belaka Tuhan?”

Hening sejenak lalu terdengar bisikan sangat lembut  yang sumbernya dari tengah kepala berkata:”Engkau ingin aku menyembuhkanmu, tapi kamu tidak mau menuruti perintahku, aku memerintahkan kamu mengasihi sesamamu manusia, jangankan sesamamu, sama istrimu pun tidak, kamu tahu istrimu tidak suka kamu merokok.” Pecah tangisanku, memohon ampun, dan berjanji untuk menghentikan rokok. 

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROFIL KKA

PROFIL Lainnya

Profil Alumni: Dr. Jonas Kristanto, S.T.

Profil Alumni: Dr. Jonas Kristanto, S.T.

Saya, Jonas Kristanto sekarang ini berprofesi sebagai dosen di Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada. Masa kecil saya diisi dengan berbagai dinamika di Jakarta yang mendidik saya untuk menjadi pribadi yang disiplin dan gigih. Semasa SD...

Profil Alumni: Pertolongan Tuhan yang Terus Mengalir

Profil Alumni: Pertolongan Tuhan yang Terus Mengalir

(Yekti Asih Purwestri-Alumni Fakultas Biologi UGM). Perkenalkan saya Yekti Asih Purwestri, alumni UGM  angkatan 1989, dari Fakultas Biologi. Terus terang saya tidak aktif di kegiatan PMK ataupun UKK saat menjadi mahasiswa. Lulus dari Fakultas Biologi terbilang...

Profil Alumni :  Dyah Sri Palupi

Profil Alumni :  Dyah Sri Palupi

Perjuangan Seorang Hamba yang Tak Pernah Berhenti (Dyah Sri Palupi - Alumni Fak. Peternakan UGM) Orang Jawa mempunyai suatu istilah “Neng donya mung mampir ngombe” (dalam bahasa Indonesia berarti di dunia hanya berhenti sebentar untuk minum). Ini berarti bahwa hidup...