Do Your Best and God will Do the Rest
Syallom rekan-rekan alumni Kristen UGM yang terkasih dalam Tuhan, sebelumnya perkenalkan nama saya Yety Prihantiningsih, saya berasal dari Gunungkidul, Yogyakarta. Saat ini berdomisili di Tangerang, memiliki suami bernama Ag. Wawan Budianto dan telah memiliki tiga anak yaitu Elshaddai Wijayawan Parikesit, Kenzie Ivana Wijayawan Putri dan Kezia Dharmawan Cahyaning Putri.
Saya adalah alumni Fisipol UGM Angkatan 1998. Pada saat kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik juga ikut mengambil bagian di Fakultas Sastra jurusan Sastra Korea UGM (pada saat memperkenalkan Sastra Korea di UGM) dan ikut dalam kegiatan di Pusat Studi Korea UGM. Pada tahun 2024 telah menyelesaikan Magister Management di Universitas Kristen Krida Wacana.
Profesi
Saya percaya bahwa pekerjaan bukan hanya sekadar mencari penghasilan, tetapi merupakan panggilan Tuhan untuk melayani dan menjadi berkat di mana pun saya ditempatkan.
Dalam setiap tugas dan tanggung jawab yang saya jalani, saya berusaha untuk bekerja dengan sepenuh hati, seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (Kolose 3:23). Saya bersyukur karena melalui pekerjaan ini, saya dapat bertumbuh, belajar, dan menyaksikan penyertaan Tuhan yang nyata dalam kehidupan profesional saya.
Saya percaya bahwa ketika kita setia dalam perkara kecil, Tuhan akan mempercayakan kita pada perkara yang lebih besar. Maka dari itu, saya terus berusaha memberikan yang terbaik dalam pekerjaan saya, sambil menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan.
Saat ini saya diberikan kepercayaan untuk bekerja sebagai Head of Human Capital dan General Affair di Alfa Group. Selama 22 tahun bekerja, saya pernah bekerja di beberapa perusahaan sebagai Human Capital dan General Affair dengan industri yang berbeda seperti Manufacture, FMCG, Pendidikan, Hospitality dan Retail. Dalam setiap pekerjaan yang saya lakukan di masing-masing Perusahaan pastinya memiliki challenge yang berbeda-beda, namun Tuhan ijinkan untuk dapat melewati setiap permasalahan, pergumulan sehingga saya bisa ditempatkan untuk pekerjaan yang saat ini saya lakukan. Tidaklah mudah bagi saya untuk melakukan apa yang sudah Tuhan berikan untuk pekerjaan saya, karena orang akan lebih mudah bekerja dengan jenis perusahaan dengan industri yang sama daripada bekerja di perusahaan di industri yang berbeda. Tetapi Tuhan mengijinkan saya untuk bekerja di beberapa industri yang berbeda, namun saya mencoba untuk menyesuaikan, menyelami bahkan mengimani setiap pekerjaan saya sebagai suatu anugerah dari Tuhan untuk saya lalui.
Kisah Perjalanan Hidup
Saya lahir dan dibesarkan dalam keluarga Kristen yang sederhana. Sejak kecil, saya sudah diajarkan untuk mengenal Tuhan dan teladan dari orang tua yang hidup takut akan Tuhan. Pengalaman hidup yang paling mengubah hidup saya adalah ketika saya mengenal Tuhan secara pribadi. Saya merasakan bahwa Tuhan mengajarkan bagaimana hidup seturut dengan kehendak dan rencana Tuhan sebagai murid Kristus.
Dalam menjalani perjalanan hidup pastinya banyak rintangan, hambatan dan pergumulan yang saya rasakan, baik dalam pendidikan, pekerjaan, pelayanan maupun dalam menjalani kehidupan.
Pada saat menjalani Pendidikan di Universitas Gadjah Mada di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, jalan Tuhan sungguh luar biasa saya rasakan. Ketika Tuhan ijinkan untuk mendapatkan beasiswa YBO (Yayasan Beasiswa Oikumene), dimana proses seleksi yang sangat ketat dari mahasiswa di seluruh Indonesia dan Puji Tuhan saya diterima dengan beasiswa yang saya dapatkan sampai dengan lulus kuliah. Namun saya juga aktif dalam kegiatan pelayanan baik di PMK Fisipol, PMKY, Paduan Suara UKK dan juga di gereja. Hal itu saya lakukan karena Tuhan sudah terlebih dahulu mengasihi saya, maka kasih dan berkat Tuhan juga perlu disalurkan kepada lingkungan sekitar saya.
Pada saat saya lulus kuliah, Tuhan juga mengijinkan untuk saya diterima di Perusahaan pertama saya pada tahun 2003, ketika ada open recruitment di kampus. Banyak juga pergumulan yang saya alami pastinya tidak selalu indah dan menyenangkan tetapi juga pastinya banyak hal-hal yang tidak menyenangkan sampai dengan pekerjaan terakhir yang saya alami saat ini.
Prinsip-Prinsip Hidup
Hingga hari ini, saya terus belajar untuk hidup dalam ketergantungan pada Tuhan. Moto hidup saya adalah: “Do your best and God will do the rest.” Saya percaya bahwa selama saya setia menjalani bagian saya, Tuhan tidak pernah tinggal diam.
Jika dilihat dari pergumulan yang saya alami sampai dengan saat ini pastinya tidaklah mudah untuk bisa saya lalui sampai dengan saat ini. Pergumulan yang saya rasakan baik dalam pekerjaan, keluarga maupun hal yang lain dalam kehidupan saya. Terkadang saya merasakan bahwa permasalahan yang saya alami terasa sangat berat, tetapi mengandalkan Tuhan adalah prinsip yang selalu dipegang teguh agar bisa melewati setiap perkara dengan sukacita. Sesuai dengan ayat alkitab dalam Filipi 4:13 “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”
Satu sisi, dengan profesi saya sebagai Human Capital, saya juga sering mendengar dan menerima sharing dari teman-teman di tempat bekerja mengenai permasalahan dengan rekan kerja, atasan maupun pekerjaan yang dilakukan. Itu juga tidak mudah bagi saya. Ketika saya sendiri juga mempunyai banyak pergumulan tetapi saya juga harus membantu dan memotivasi orang lain untuk tetap bekerja dengan baik. Tetapi saya akan merasa bersukacita, ketika di tengah pergumulan yang saya alami, saya masih bisa membantu orang untuk mau diubahkan dan mau berkembang ke arah yang lebih baik. Kunci utama adalah selalu mengandalkan Tuhan.
Pergumulan dan Harapan
Saya menyadari bahwa kehidupan iman bukanlah perjalanan yang selalu mulus. Sampai saat ini, saya masih bergumul dalam berbagai hal, terutama dalam hal menjaga keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, dan pelayanan. Kadang saya merasa kewalahan, lelah, bahkan mempertanyakan apakah yang saya lakukan benar-benar berdampak bagi orang lain. Terkadang saya berkorban untuk orang lain tetapi tidak melihat kondisi diri sendiri, sehingga kesehatan adalah hal yang terpenting agar tetap bisa menghidupi dan berdampak untuk pekerjaan, keluarga dan pelayanan.
Di tengah pergumulan itu, saya juga terus belajar untuk menyerahkan kepada Tuhan dalam semua hal yaitu masa depan, karier, pelayanan, dan kesehatan keluarga. Ada banyak hal yang berada di luar kendali saya, dan di situlah saya ditantang untuk sungguh-sungguh bersandar kepada Tuhan, bukan pada kekuatan atau rencana saya sendiri.
Pengharapan saya adalah agar Tuhan terus membentuk saya menjadi pribadi yang rendah hati, setia, dan siap dipakai untuk kemuliaan-Nya. Saya percaya bahwa segala sesuatu yang saya alami bukanlah kebetulan, melainkan bagian dari proses untuk menjadikan saya lebih serupa dengan Kristus. Saya berharap ke depan, Tuhan membuka lebih banyak kesempatan untuk saya melayani dengan hati, memperluas pengaruh yang membangun, dan tetap menjaga integritas dalam setiap aspek kehidupan. Saya juga rindu agar keluarga saya terus bertumbuh dalam iman dan menjadi kesaksian hidup tentang kasih Tuhan.






0 Comments